Posts

Fall

Image
To my whole reader Thank You for being so amazing *Well I dont wanna lose it either   I don't think I can stay sitting around while you're hurting   So take my hand   But you can't fly unless you let yourself fall -Justin Bieber

No Title

     Laki-laki dan gadis itu duduk beriringan dengan wajah murung yang ditundukan kebawah. Rasanya, sakit di dada membuat mereka bungkam dan hampir mati.      "Kau tau aku sulit jatuh cinta" kata si gadis      "Aku tau"      "Kau tau apabila pada akhirnya seseorang membuatku jatuh cinta dengan hati, mungkin satu jagad raya akan bertepuk tangan untuknya"      "Aku tau" laki-laki itu menjawab lagi.      "Kau tau, dan sekarang aku jatuh cinta, jatuh cinta pada seseorang yang tidak boleh kucintai. Laki-laki itu ada disisiku, dan selalu begitu"      "Aku tau" si laki-laki menghela napas. "Dengarkan aku, kita berada di jalan yang berbeda. Jalan kita diciptakan untuk saling bersentuhan tapi tidak untuk menjadi satu. Mau seribu hidup kau korbankan, kita harus sadar kalau hidup berdampingan bukanlah milik kita"      "Apa yang bisa aku korbankan? Aku bahkan tak punya apa-...

Arjuna

To the rain that falls down into the earth and touch me softly Thank you~        Aku mengintipnya dari celah-celah rak buku yang tinggi. Sambil beradu kuat dengan sorot matahari yang yang berusaha mencolok-colok mataku. Aku mengaguminya, laki-laki dengan mata hazel yang begitu hangat, seperti lelehan cokelat yang lumer didalam mulut. Indah, lezat, menggairahkan. Aku bagaikan tersungkur setiap kali berusaha melekatkan mataku pada siluet dan bahkan setiap senti bayangan tubuhnya. Aku sering memimpikannya terbang dengan sayap putih dari bulu yang direkatkan hingga tebal. Mungkin dia jelmaan malaikat, pikirku liar.      Arjuna. Begitu nama itu terngiang-ngiang dari fajar hingga gelap, tak pernah berhenti, tak pernah letih. Dialah satu-satunya yang berhasil menembakan panah kearahku dan membuatku tak berdaya. Aku sekarat dibuatnya dengan ribuan panah yang menancap setiap detiknya. Dia bisa saja membunuhku dan menghidupkanku.      Dia ...

Edisi Jakarta

Second Chapter of Bali to Barcelona the end of the story         Aku berpangku tangan sambil terus mencoret-coret buku sketsaku. Austin duduk dihadapanku dengan Thai Spicy Chicken super besar yang dilahapnya dengan penuh pengkhayatan. Kami sedang duduk menikmati makan siang di sebuah resto bernuansa New York di Kemang, Jakarta. Musim panas pertama Austin di Jakarta. Rasanya berbeda, tapi 'menyenangkan'.         "Have you finished?" Barangkali dia hanya berusaha mengingatkanku kalau aku belum menyentuh Philly Steak dihadapanku, sama sekali. Jadi aku hanya menggeleng.         "i could it a horse"         "Take mine if you want"         "All i want is see you touch your spoon"         Aku menyentuh sendokku, lalu meletakannya lagi. Austin  mengangkat alis setengah kesal "Get you something to drinks girl or just about to go?"         Aku ...

Beautiful Goodbye

Image
Campo Santo Stefano                    Keyra dan Daniel sedang mematung di sebuah cafe Ice Cream di jalan setapak Campo Santo Stefano, Venice. San Marco sedang padat, musim panas memberikan ruang sempit bagi para penduduk Venice maupun wisatawan asing. Dari sudut cafe Galateria Paolin, sambil menikmati menu ice creamnya, Keyra dan Daniel terdiam sendiri.                 “Kau membenciku? Kenapa kau menjauhiku belakangan ini?” tanya Daniel datar. Sesekali memperhatikan jalanan dengan hampa.                 “menurutmu ada apa? Jangan berlebihan, tidak ada apa-apa.” Keyra berbicara seperti biasa, ringan dan santai tetapi temponya lebih lambat. “Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Valen? Hubungan kalian baik?”             ...

Panggung kisah

        Ada skenario yang bercerita ketika aku dalam drama. Aku sedang berperan di sudut panggung, memperhatikanmu berlarian kesana dan kemari. Aura-mu berpendar, memercik seperti serpihan bintang yang ditarik gravitasi matahari. Dibawah sorot rembulan dari spotlight yang remang, aku masih mengagumimu. Bahkan kalaupun panah dari jemari Rama berusaha menyoyak cinta di dalam raga, kau tetap serpihan kecil yang kusimpan seorang diri.         Aku tak mau membuat rekayasa. Aku ingin kita bercerita dengan sendirinya. Panggung itu adalah bumi dimana kaki menemui pijakannya. Seluas tanah dan air apabila menjadi semu. Katanya, rindu pada matahari hanya terbit ketika cahaya menjadi butiran salju. Maka biarkan setiap percakapan singkat itu menjadi fragmen-fragmen yang milyaran harganya. Walau aku penuh dengan pengharapan, aku tak akan maju dengan pedang untuk berperang.         Kulitmu yang cokelat, rambutmu yang legam dan selalu rapih,...

Bali to Barcelona

Untuk sahabatku yang lahir di batas waktu WITA Happy New Year! Bali to Barcelona Aku meniup-niupkan poni yang daritadi jatuh menghalangi pandanganku. Bali, disinilah pada akhirnya aku pergi melarikan diri. Lari dari kota yang membesarkanku jadi hebat, lari dari rutinitas yang memaksaku untuk berkembang, dan lari dari orangtua yang jarang memberi waktu untuk putri semata wayangnya. Seharusnya aku sedang memainkan salju di atas tanah Barcelona dan memenuhi jadwal pertemuan relasi yang dirancang orangtuaku, tapi disinilah aku, di atas puncak Bali dan merasakan kabut yang turun. Bedugul indah dan eksotis, tentu beda dengan deretan mall di ibu kota tercinta. "Hello honey, how's your holiday?" “This resort area is so cool mom” Kesunyian itu menyergap lagi. Kecanggungan ini masih sangat nyata bahkan pada sambungan telephone jarak jauh sekalipun. She’d disappointed, ya karena aku memilih merencanakan liburan sendiri dan tersesat di kota orang. Sedangkan  mereka m...