Posts

Bunda

#7HariTerangganaJatuhCinta Surat keduaku Hallo malaikat yang kujumpai setiap harinya. Bunda☺. Bunda selama hidup, aku tidak pernah melihat sayap dipunggungmu. Yang melebar dengan kokoh kemudian mengepak hingga terbang. Yang aku lihat hanya sosok manusia cantik yang berjalan mondar-mandir ketiap sudut rumah setiap harinya. Tadinya aku pikir, kau malaikat. Bunda, maaf karena selalu mencarimu. Karena sering menjadi anak gadismu yang cengeng dan merepotkan. Rasanya aku ingin selalu menjangkaumu. Mendengarkan celotehan ringanmu tiap kali aku lupa menjemur handuk. Maaf karena tidak kunjung mampu membahagiakanmu. Karena sudah lama tidak menjadi yang pertama dikelas, karena lama tidak jadi pemenang, dan selalu membuatmu gelisah tiap kali kita mulai merancang masa depan. Dihadapanmu, aku lebih senang menjadi bocah SD yang manja dan tidak malu menangis. Karena kau mengerti. Bahkan hanya jika aku datang menghampirimu dan mengulurkan tangan untuk meminta pelukanmu. Kau bisa mengerti ras...

Engkau

Surat Cinta Pertama Untuk yang tersayang Aku tidak melihatmu Tetapi aku menemukanmu dimana-mana Ada banyak hal yang ingin kusampaikan. Padahal sia-sia saja. Kau yang maha tahu sudah tahu apa yang mengisi hati kecil ini. Sebagai sepenggal ruh yang dijejelakan kedalam sebuah raga. Yang menjalani sebaris demi baris kisah yang telah kau gariskan bersama takdir. Tuhan, Aku bukanlah pemuja yang baik. Aku tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih dan menyampaikannya. Aku tidak tahu caranya bersyukur dengan teramat sungguh-sungguh. Akulah napas yang tidak tahu bagaimana caranya menerima tanpa mencela. Aku barangkali terlalu sering mengeluh. Hanya tiba di depan-Mu, mengetuk pintu-Mu lewat do'a, mendorongnya sedikit dengan air mata ketika aku dilanda masalah. Ketika kau kuatkan aku tetapi aku tidak percaya diri. Aku merasa terlalu lemah dan tidak berdaya.  Tuhan, ingatkan aku selalu, Sungguh aku hanyalah hamba egois yang menuruti keinginanku sendiri. Kerap kali aku tidak m...

itu saja

Ini akan menjadi suratan terakhir. Yang kutuliskan untukmu.  Tidak lagi. Tidak akan pernah lagi. Kamu satu-satunya orang yang menyudutkan aku. Kamu menghinakan aku. Kamu jadikan aku sebagi satu-satunya yang salah. Kamu yang tarik aku kedalam ceritamu. Kemudian, kamu buat cerita dimana aku yang sengaja masuk mengacaukan hidupmu. Kamu hanyalah debu.  Aku hanya perlu meniupmu maka kau akan lenyap dibinasahkan angin. Aku tidak pernah datang meminta apapun darimu. Kamu tidak pernah memberikan apapun untuk hidupku. Aku memiliki orang-orang yang mendukungku dengan cinta, untuk apa aku meminta satu yang tidak berarti darimu?  Aku ingat kamu yang datang dari jauh meminta kembali cinta itu. Kamu yang datang kembali mengemis perhatian itu. Aku menolak. Aku tak mau peduli. Aku tidak mau hidupku kamu sentuh lagi. Karena hari sebelumnya kamu melukai aku. Karena hari sebelumnya aku memberi, kamu mengambil, lalu kamu berikan itu kepada yang lainnya. Tetapi luka itu sembuh, aku...

Dia

Untuk wanita hebat yang kupanggil "bunda" Untuk wanita hebat yang lagi senang dipanggil "ibu" Untuk semua perempuan hebat yang hobi nge gosip bareng dikelas Selamat Hari Kartini!! Selalu ada pagi dimana dia merasa lelah Dia ngin pulang dan menyerah Tetapi kemudian, dia tetap kembali berdiri dan berlari lagi Selalu ada malam dimana dia merasa terluka Dia hanya ingin terlelap semalam sambil mengurai air mata Tetapi kemudian, dia tetap memilih diam dan meninggalkan sakit hatinya Dia adalah seorang petarung Yang melawan ketidak adilan dengan cinta Dia adalah seorang pejuang Yang bertaruh demi kasih sayang Dia adalah bintang tertinggi Yang berani melompat tanpa takut jatuh Dia adalah seorang gadis biasa... Yang sebenarnya dilahirkan untuk jadi permata Kalian memiliki mata, tetapi tidak bisa melihat Dia selalu berusaha jadi yang sempurna Menjadi pemenang dan satu-satunya Menjadi yang dilihat dan paling dihargai Tetapi terkadang dunia melecehkan ...

Three-In-One Project: BOHONG #3 Diam

Image
Diam! Cukup! Hentikan dustamu itu Kemarin kau ciptakan dusta A Hari ini dusta B, lusa dusta C Mungkin tidak akan pernah berakhir di Z Aku lelah dengan semua alasanmu Bukankah aku wanitamu? Kita sudah menjadi satu Seandainya kau tidak pernah ada Seandainya kau tidak mengenalkan aku dengan cinta Sehingga aku tidak mengenal gairah Mungkin saat ini aku masih mampu tersenyum Mampu berkata pada dunia kalau hidup itu indah Sekarang aku memilih diam Memilih menutup hidupku Mengakhiri semua tentangmu dalam diriku AKU SUDAH SANGAT KECEWA Hanya kata-kata itu yang tersisa. Hanya secarik kertas yang ia tinggalkan, sebelum ia mengembara dalam dimensi lain yang tidak kuketahui. Meninggalkan aku dengan jasadnya. Tak lagi kudengar riuhnya tawa. Kata-kata yang menyenangkan telinga pun tak terdengar lagi. Aku merindukannya kembali. Saat itu, 22 Desember 2005, beberapa hari menjelang ulang tahunku. Untuk pertama kalinya aku melihat pertengkaran dalam hidupku. Si...

Three-In-One Project: BOHONG #2 Ketika Dia Berbohong

Image
Sudah ribuan kali rasanya aku menatap raut wajah di depan cermin. Paras yang menyiratkan rasa iba, seolah meminta belas kasihan, nampak teraniaya. Menjijikkan! Aku sungguh muak melihat raut wajah ini. Betapa garis-garis tegas di sudut bibir, binar percaya diri yang terpancar dari mata, semua telah pudar. Segala kekuatan yang tadinya ada kini berganti menjadi rona kesedihan, jika tidak ingin dikatakan kesengsaraan. Lamunanku terbuai... Aku pertama kali mengenal lelaki itu dua tahun silam, dalam sebuah aksi mahasiswa di depan istana negara. Kala itu aku masih sangat idealis, berbeda dengan bayangan yang sedang kutatap dalam cermin saat ini. Bayangkan, aku berharap mampu menggulingkan rezim militer yang berkuasa, atas nama rakyat dan mahasiswa. Atas nama demokrasi. “Maaf, namamu Aruna ya?” Sesosok lelaki yang belum pernah kukenal menepuk bahuku. Aku menoleh dengan heran. Di tengah kerumunan massa seperti ini, aku tak berpikir ada yang akan mengenaliku secara khus...

Three-in-One Project: BOHONG. #1 Kamu Boleh Panggil Aku Pembohong

Image
Bumi dan penduduknya kini bagaikan pikiran dan jiwa yang terpisah di dua raga. Tidak bisa jalan sebagai kesatuan yang selaras. Selagi bumi yang kejam tak mau peduli dengan apapun dan memilih diam saja, penduduknya justru terlalu banyak ikut campur, ribut sendiri. Tetapi mau bagaimana, jika memang aku bagian dari keduanya. Beginilah aku, sebuah pion di atas bidak catur. Awalnya, kukira kemenangan adalah tujuan akhir yang membawaku pada kebahagiaan tanpa tepi. Sampai aku berhenti di satu titik dan mengerti, ini hanya permainan! Jika selesai, maka mainkanlah lagi. Jika kalah, maka jadilah pemenang. Jika menang, jangan mau jadi yang kalah. Maka ini akan berputar terus-menerus. Yang terpenting menang, bukan? Hidup yang melatihku sampai jadi pemain ulung. Mereka berbisik dari mulut ke telinga, lalu sampai lagi ke telinga yang lain, bilangnya aku "pembohong". Tidak tahukah mereka, rumitnya hidup jika aku membuka topeng dan tampil sebagai diriku sendiri? Aku takut ben...