Posts

Fracture Me

The chaos is unbearable Much delussion Million illusion Babe, Gaze at me,  At least, One last time  And then,  Fracture me I'm better lost  Because this pain accelerates my ruination I can't force you to keep your words And your consistency Or even honesty But, Even in my last breath I swear, I love you... It doesn't matter If you love me Or you already stopped Because babe, I'm fractured

Untold

My tongue hold those words My eyes hold these tears There will be no more hope Instead of reality My love is real Your love is odd That's why our path is further away Words can't describe Hence, it's better untold For you it's not worth You shouldn't say something Even a word Because your eyes already told me a lot A story inside your head For me it's broken Because it has never been you But your shadow And your secret And the dream that ruined my head Babe, I'm already dead Since the day that we met So it ain't no big deal If you try to kill me again Just, Be happy.

Dia, Sayang!

Semoga bukan untuk kamu... Ada sakit yang lebih nyeri dari berdarah. Dan ada perih yang lebih membunuh dari dosa. Rasanya berjalan di setiap pembuluh darah. Berdetak bersamaan dengan jantung. Terikat disetiap tulang rusuk.  Lari-lari di dalam tubuh seperti anak kecil yang kecanduan main perosotan.  Katanya, kamu akan menjagaku, apa menyelamatkanku ya? Ah, aku lupa, Sayang. Tapi kau tahu, sebenarnya, seseorang perlu datang menyelamatkan aku darimu. Iya kamu! Sebab denganmu aku bukannya bahagia, melainkan merapatkan semua luka ke pusat hati. Menyimpannya disudut kecil yang paling terpencil. Agar kau tidak harus melihat darahnya.  "Aku mencintaimu, aku mencintaimu dan takan berhenti melakukannya." Katamu kala itu. Ketika kita terjebak macet panjang di lampu merah tengah kota. Hanya berdua. Didalam mobilmu. Bagaimana caraku percaya, Sayang? Janjimu adalah sebaris puisi indah yang ingin selalu kukenang. Yang merdu dilantunkan dengan suaramu yang hangat. Tapi, aku kha...

Bersamamu

http://totidemverbissum.blogspot.co.id/2015/12/konkret.html?m=1 Ada yang lebih sendu dari rindu. Yaitu gerimis ngericik yang tidak tahu mau berhenti atau jalan terus. Kata bunda, jangan lupa pakai payung, sebab gerimis paling jago bikin sakit. Tapi katanya, "Ini sih cuma gerimis, kalau belum hujan, belum seru!" Aku hanya bisa senyum-senyum sendiri. Dia seperti berbicara dengan dirinya sendiri. Melihatnya menyetir di mobil kala gerimis membuat hatiku ikutan sejuk. Ah dasar curang! Hanya karena sebuah foto, dia berhasil menjebakku sampai disini dan pulang bersamanya.  Tapi tak apa, sebab aku yakin hati ini sedang demam cinta. Kata orang cinta itu fluktuatif dengan diagram yang tidak tentu bentuknya. Kataku, cinta itu adalah jagad raya mengembang yang bisa pecah kapan saja, dan letaknya ada di kepalamu. "V, kamu suka lukisan? Besok ada pameran. Kalau kamu suka, besok kita bisa pergi bersama" Aku menggeleng.  "Kenapa?" Tanyanya. "Aku mau men...

Yang Mesra Tentang Hujan

Ada hal yang mesra tentang hujan bulan Desember. Ketika awan bergulu-gulung manja di langit. Dan matahari yang tak sabar menunggu giliran untuk terbit lagi. Disusul tawa anak-anak kecil yang bermain banjir. Dan cipratan dari genangan-genangan oleh roda sepeda motor. Serta sahut-sahutan klakson di tengah macet nya lampu merah.  Ada hal yang lebih mesra dari hujan bulan Desember. Ketika mendengarkan suara gesekan sepatu kets nya di aspal yang licin. Menopang langkah tegapnya menuju jalanan setapak. Menenteng kantong-kantong penuh nasi padang untuk anak-anak jalanan yang sedang kelaparan.  "Berbagi itu masalah kebutuhan. Ini cara hidup, bukan sekedar cara pandang." Katanya di suatu hari. Kemudian aku jatuh cinta. Iya, begitu saja... Aku tidak pernah berhenti mengaguminya. Ada sesuatu yang tidak pernah tersirat tetapi nampak di matanya. Kedua bola matanya yang cokelat terang. Hidungnya yang mancung dan sedikit bengkok. Bentuk rahangnya yang kokoh. Kacamatanya yang seringkal...

Secangkir Kenangan

Diluar hujan deras. Petirnya menggelegar. Di dalam sini dingin.  Tidak ada hubungannya dasar dungu! Mau diluar ramai sampai bikin parade sendiri, dan kedai ini diisi dengan perbincangan santai yang menyejukan, hati ini tetap satu. Maksudku, sendirian. Tidak sih, lebih tepatnya kesepian.  Aku menyesap sebatang rokok yang terselip diantara jemariku. Seharusnya hidup sesederhana Gelato dan Ekspresso yang bersatu menjadi Affogato. Tapi tidak. Hidup itu roda. Terkadang kita diatas, terkadang kita kelindes dibawahnya. Hidupku seolah dijadikan minatur buat main catur. Pintu kedai terbuka. Aku melihatnya berdiri disana. Cantik. Dengan jacket denim gelap dan skinny jeans hitam. Rambutnya lembap, nampaknya lumayan banyak kena hujan. Tetap dengan setelan casul khas nya. Dia menarik napas sebentar. Mungkin lagi menguatkan diri. Kemudian dia berjalan menghampiri, mengambil sebatang rokok di sela jariku dengan jijik kemudian membuangnya kebawah dan menginjaknya dengan ujung sepatu...

Lekas sembuh esok pagi:)

Untuk bunda Sekali lagi... Aku hanyalah bintang-bintang kecil yang kau tampung dilangitmu. Dan hanya batu karang yang lama kau rendam ditengah lautanmu. Maka apalah artinya aku tanpa langit dan lautanmu. Tanpa dirimu. Bunda, jangan jadi lautan yang lama menderita kekeringan kemudian surut. Kita bahkan pernah jadi satu raga. Aku pernah numpang tidur didalam sana, dan aku tahu betapa kuatnya dirimu. Jangan biarkan apapun melemahkan teguhnya dirimu. Bunda, bentangkan langitmu selamanya. Tidak perlu uji rasa sayang ini untukmu. Tidak perlu penasaran seberapa butuhnya aku terhadapmu. Tidak perlu ajarkan aku rasa kehilangan. Tidak! Tanpamu aku hanyalah seonggok raga yang tidak luput dari air mata.  Bunda, aku merindukan tawa-tawa yang terselip diantara candamu. Dan porsi-porsi bekal yang kau siapkan setiap pagi. Dan sabtu-minggu yang kita paksakan. Bukan mata sembab yang aku jumpai setiap kali pulang sekolah. Bukan ungkapan-ungkapan parau yang menghisap harapanmu satu-persatu....