Posts

Jangan Dibaca!

Disini, Di kota yang semerawut dan penuh sesak Mimpi berhenti Dua puluh empat per tujuh Sekedar nasi dan kredibilitas tinggi Lampu-lampu jalan yang redup Angan-angan yang sekedar bualan Realita tidak pernah memberi kesempatan Tapi aku termenung di batas senja Berpangku dagu Ah, tetap saja aku sayang kamu...

Tidak Lagi Ah!

Tidak lagi menarik Melihat dirimu Walau sekedar dari jendela timeline Tidak lagi rindu Mengingatmu Justru sakit itu menguak berlebih Tidak lagi berharap Mendengar suaramu Sebab kamukan yang melarikan diri Tidak lagi suka Menjumpaimu Ternyata menghindar menenangkanku Tidak lagi butuh Kabarmu Aku dimana, kamu juga tidak mau tahu Tidak lagi senang Melihat senyummu Senyum itu penuh tipu-tipu Ah, tidak lagi Tidak mau lagi Sama yang senang melarikan diri

Denting Sebuah Gelas

Tidak untuk siapa-siapa Sebab aku diingatkan, Bahwa menulis tidak harus memiliki muse Setiap malam aku akan berada disana, dipindahkan dari rak-rak tinggi di dapur menuju sebuah meja makan yang ramai. Aku akan berdenting, selagi ikut berdansa di tangan mereka, mendengarkan mereka bercakap-cakap kemudian tertawa. Mereka senang mengisiku dengan wine merah, kadangkala hanya sekedar soda murah.   “Aku akan menjemputmu esok pagi, semoga cuaca bisa lebih bersahabat.” “Pukul 8 pagi, aku tidak mau terlambat dan tidak dapat jatah makan siang.” “Apapun  yang kau mau…” Mereka mengangkatku dan sebuah gelas yang selalu menemani bisuku di lemari, membuat kami bersinggungan kemudian berdenting di udara. Menyaksikan mereka tertawa selagi berbagi kisah yang rasanya tak perlu diperbincangkan.  Perempuan itu, aku lama menemaninya menjalani hidup, menemaninya berkencan dengan pria demi pria yang suka singgah di flat kecil merah muda ini. Menemaninya tertawa, menemaninya...

Senjaku hitam putih

Celotehan Juli 2016 lalu Sejak kamu tidak lagi hadir seperti dulu. Menjauh perlahan-lahan, mengukir jarak semakin lebar, kemudian membuat rencana untuk angkat kaki. Masih menggema dalam ingatan, kala kamu berbisik di telingaku sambil merajuk, "Jangan pergi, jangan kemana-mana..." Tetapi tawamu tidak sesering dulu kau tujukan kepadaku. Perhatianmu tidak seberapa lamanya hadir. Kamu hanya mengharapkanku ketika kamu jenuh, untuk sekedar berceloteh ringan, agar duniamu sejenak penuh dengan kata-kata. Kamu egois, tau? Karena aku hanya boleh memikirkanmu. Bahkan memikirkanmu yang sedang berburu kebahagian tanpa aku. Bahkan memikirkanmu yang mulai tidak peduli tentang segala hal yang dulu kita bagi. Memikirkanmu, yang sedang tidak memikirkan aku... Masih menggema dalam ingatan, kala kamu berbisik di telingaku sambil merajuk, "Aku akan tetap mencintaimu, selalu..." Kamu salah, iyakan? Aku juga... Sebab itu tidak benar. Kamu terlalu percaya padahal tidak yakin. Aku ...

LOVE(D)

I can see thoose pain through your eyes And the bitterness living in your soul Let me be your tragedy Intead of your sweet remedy Let me be your insanity Instead of your clarity You can't hold onto thoose memories That hanging and scrumbling your head You can't expect the girl I once was Things change me a lot It's already broken Theese fractious pieces can not be fixed I can't pay all of your sacrifaction So let it be over now... You are part of my yesterday You are half of my old history We shouldn't end up crying We should let it fly happily Because I love(d) you And you do understand already

Grow Up

Baby, baby, Here's your fractious girl. I'm talking to you about something I detest, that I must grow up. That you must grow up. And we might be apart. Baby,baby Grow up is a trap. But we're in it. We're in trap, and can't go nowhere. If you see the world is so much stranger, it's so much darker and it's so much madder, then you're growing up If you're losing me, Then you're growing up. Baby, baby I won't change, I just grow up It happens to everyone as they grow up.  We're moving on baby, and we can't go back. Never... Baby, baby I will miss the happy little guy you once were. And I don't care if this is selfish, but I want to linger in your memory. I want you to think of me even when you're driving down the street with someone else because she's not taking pictures of you. I want you to think of me when it rains because you remember that I love it. I hope it drives you crazy how you can get me out of your...

Tidak apa-apa

Pagi di bulan Juli, aku tak lagi melihat hujan merintik, hanya terik, juga ratusan hari yang genap kita bagi. Pelangi itu memudar, pada senja yang tidak jingga. Sembari membaca cerita roman tentang hubungan yang tidak menyenangkan, anganku melayang menemuimu, dengan harapan setinggi bintang-bintang. Ah penyair itu membohongi. Dengan imaji mengenai dunia yang dapat menernak kunang-kunang, dan senja yang diselipkan dalam amplop. Nyatanya, tidak ada yang peduli jika esok kunang-kunang itu mati dan matahari diperjalanan pulang pada senja yang sendu tak lagi menarik hati. Seperti cinta kita yang berotasi. Kadangkala haru seperti fajar, kadangkala terang seperti siang, kadangkala sendu seperti senja, kadang pula muram seperti malam. Hujan suka tiba-tiba menjatuhkan diri ke bumi dan bintang suka tiba-tiba melarikan diri. Begitukan, Sayang? Ah, tidak apa-apa Toh pada akhirnya, matahari juga akan terbit barat