Posts

Three-in-One Project: BOHONG. #1 Kamu Boleh Panggil Aku Pembohong

Image
Bumi dan penduduknya kini bagaikan pikiran dan jiwa yang terpisah di dua raga. Tidak bisa jalan sebagai kesatuan yang selaras. Selagi bumi yang kejam tak mau peduli dengan apapun dan memilih diam saja, penduduknya justru terlalu banyak ikut campur, ribut sendiri. Tetapi mau bagaimana, jika memang aku bagian dari keduanya. Beginilah aku, sebuah pion di atas bidak catur. Awalnya, kukira kemenangan adalah tujuan akhir yang membawaku pada kebahagiaan tanpa tepi. Sampai aku berhenti di satu titik dan mengerti, ini hanya permainan! Jika selesai, maka mainkanlah lagi. Jika kalah, maka jadilah pemenang. Jika menang, jangan mau jadi yang kalah. Maka ini akan berputar terus-menerus. Yang terpenting menang, bukan? Hidup yang melatihku sampai jadi pemain ulung. Mereka berbisik dari mulut ke telinga, lalu sampai lagi ke telinga yang lain, bilangnya aku "pembohong". Tidak tahukah mereka, rumitnya hidup jika aku membuka topeng dan tampil sebagai diriku sendiri? Aku takut ben...

Three-in-One Project: BOHONG

Apa yang pertama kali terlintas di kepalamu saat mendengar soal kebohongan? Kebohongan kerap membawa efek yang berbeda bagi manusia. Ada yang terlanjur menikmatinya dan terus bersandiwara sepanjang hidup. Ada yang merasakan duka, amarah, dan teraniaya karenanya. Dan ada pula yang terpaksa menyaksikan kebohongan tanpa dapat berbuat apa-apa. “Jangan suka bawa-bawa petunjuk Tuhan. Tuhan ngasih jalan, tapi itu pilihan kamu buat milih jalan itu atau ninggalin jalan itu. Cuma pengecut yang nyerah sebelum mulai perang.” -Kamu Boleh Panggil Aku Pembohong- Tiga penulis diberikan kesempatan merangkai kisah dengan satu tema: BOHONG! Tanpa ikatan, tanpa alur yang sama, tanpa karakter yang sama. Hanya soal kebohongan. Mereka menerjemahkannya melalui tiga sudut pandang: seseorang yang berbohong, seseorang yang dibohongi, dan seseorang yang menyaksikan kebohongan. Lalu, terjalinlah sebuah benang merah. Dan setelah kebohongan demi kebohongan yang telah ...

Pidato orang sekarat

Untuk kamu yang ingin menyerah Itu saja... TIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTTTTTTTTT........ ........... Mati .......... Tap...tap...tap... Kudengar langkah kaki .......... Tik...tik...tik... Kudengar suara hujan menampar jendela .......... Biiiiiiiiiiiiiipppppppppppp Tetapi kegaguan yang kurasa Melumpuhkan bibir ini. .......... Ini dia,  Jawaban dari pertanyaan "mengapa" .......... Aku berhenti Karena aku merasa sendiri Karena aku merasa tidak digubris Bahkan oleh kaktus-kaktus berduri Aku hanya ingin pergi minum kopi Bukan berlutut disini dan menangis Aku hanya ingin duduk dan tertawa Bukan menyeret langkah sambil sekarat .......... Glek...glek... Kudengar suara air mengaliri tenggorokan .......... Bisa tidak sih aku jadi remaja normal? Jalan ke mall dan beli starbuck Bisa tidak sih aku jadi abg biasa? Dandan ke sekolah supaya dapat pacar Bukan tersesat di belantara yang gelap! Kucari lentera, tetapi mataku tak melihat Ku ...

Lantas, untuk apa?

Untuk para pembaca yang harus move on Untuk para pembaca yang suka menyakiti Untuk seseorang yang harus diobati lukanya Untuk seseorang yang menorehkan luka Untuk rakyat sebelas bisnis dua Yang jones dan takenes HAPPY VALENTINE!!!! {PS: tanggal dan tahun tolong diperhatiin baik-baik ya, supaya nggak bingung bacanya. Have Fun guys!} ♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ 14 Februari 2014 "You tell me that you need me Then you go and cut me down" Aku berdiri di atas ketinggian ratusan meter. Ditengah malam tanpa bintang dimana aku ingin melompat dibawa angin sampai jatuh bermandikan darah di atas aspal parkiran. Karena bulan bersinar sendirian minta ditemani. Di atas pencakar langit yang atapnya selalu sepi. Aku berdiri di depanmu. Menahan napas atau bisa jadi tidak bisa napas. Melihat kearah kedua belah mata yang mengalihkan tatapannya. Mendengarkan bisikan maaf dari bibir yang selama ini hanya mengucapkan pujian. Karena mu aku mati. Aku bahkan t...

Sampaikan Padaku Walau Hanya Satu Kata

Diperuntukan untuk yang tersayang, Dan satu-satunya, Dan yang paling buta, Dan yang paling tidak peduli Pada seseorang yang berjuang, juga menyerah demi dirinya Aku melihatnya dari kejauhan. Dan rasa tangguh itu mengendur lagi. Terus menanyakan keyakinan itu sendiri. Aku mengulanginya berkali-kali. Sampai beberapa waktu lalu aku mengerti, bahwa menyerah hanyalah kata dan keinginan belaka. Karena cinta membuatku tak bisa bangkit usai bertekuk lutut dihadapannya. Dia yang membuatku sebegini tersiksanya.  "Silena" dia menghampiri lagi, dan dia tersenyum lagi, bibir itu bicara lagi, menyapa lagi, melafalkan namaku lagi, mata itu manatap lagi, melihat lagi.  "Iya?" Dan aku tersenyum lagi, berdiri dihadapannya lagi. Lalu hatiku berdegup lagi, sakit lagi, lalu patah lagi. "Kenapa El?"  Elano. Laki-laki tampan yang punya rekor terbaik memecah belah hatiku lalu menyusunnya sampai utuh kembali. Laki-laki yang hampir genap dua tahun membuat aku pernah mat...

Tersenyumlah

http://thesoliloquistconfession.blogspot.com   Pada titik dia tak lagi punya jawaban, aku hadir terus-menerus memberikannya jawaban. Aku ingin dia melihat, aku ingin dia membuka mata dan percaya. Bahwa bumi ini ada bukan karena milyaran orang hidup diatasnya demi sesuap nasi dan harga diri. Dia itu manis, hanya dia tidak berniat menunjukannya. Jongga. Laki-laki asiatis itu punya seribu sisi baik yang jika terkuak pancaran sinarnya berhamburan menodai mata. "Jongga, berkomitmen itu bukan suatu keharusan, tapi ketika kita jatuh cinta, maka hati kita akan membuat komitmen dengan sendirinya. Karena kita tidak ingin menyakiti, karena kita terlanjur merasa nyaman, karena kita tidak ingin kehilangan, maka kita akan menjaga dan berjanji. Berkomitmen itu kan yang penting di hati." Aku menjelaskannya. Dia hanya merenung memperhatikan danau berair tenang yang tidak beriak sama sekali. Menggambarkan awan diatasnya. "Bagaimana cara mengungkapkannya? Menunjukan pada seseorang b...

Ingkar

http://thesoliloquistconfession.blogspot.com/2014/12/siapa-dia.html?m=1 "Gila lo Cheil, biar udah lama di Jepang tetep aja pulang-pulang ngajak nya ke sini. Masih belom capek lo ngecengin mas nya?" Aku berdecak kagum sambil menyuapkan potongan steak ke mulut. Cheila cekikikan. "Ah Kaira, manis banget sih lo kalo lagi nyebelin begitu. Biarin lah Ra, itung-itung hiburan" Aku mendengus kesal, "Iya, terus sampe sekarang masih aja gue yang jadi korban nemenin lo"  Cheila semakin geli. Cewek yang satu ini memang jauh dari rasa bersalah. "Udah lo jangan sok gitu sama gue lah, kalo bukan gue yang ngajak siapa lagi yang mau ngajak lo." Dia semakin girang seusai melemparkan hinaan yang langsung mendarat tepat diwajahku. Tapi udah bukan jamannya ngambek sama Cheila. Percuma! Nggak akan bertahan lama juga ngambeknya. Jadi aku hanya bisa memasang wajah sok marah. "Nanti gue kasih langsung di depan muka lo yang lebih dari mas-mas ganteng itu"...