Posts

Maaf, Ibu!

Secangkir kopi barangkali bisa mengobati kantukmu, sehingga malam berlarut dan kamu tetap terjaga menjaga bulan. Tetapi apa yang bisa membuatmu terjaga dari kesepian? Diksi yang maknanya selalu lebih dari sekedar kumpulan huruf saja. Yang dapat membuat seorang gadis meregang nyawa di jembatan, juga seorang ibu, menyibukkan diri dan menghindari kedua mata anaknya setiap hari.                   Ibu.                   Ibuku wanita yang tidak pernah kenal lelah. Wanita yang membuat aku tidak sempat berpikir untuk mencintai gadis lain karena aku begitu mencintainya. Karena dia ibuku, ibuku yang dibodohi kesepian. Ibuku yang ingin aku selamatkan kebahagiannya agar setidaknya senyum itu masih bisa dia bagikan kepada anaknya, kepadaku.              ...

Paradoks Warna

Dia Biru. Tidak selalu haru, tapi memang suka membuat rindu. Dipadamkannya seluruh yang membara dalam diriku, dengan lembut. Dengan kedalaman matanya yang teduh. Dengan tutur katanya yang halus. Dengan atensi dan kebaikan hatinya yang tulus. "Merah, jangan marah, kalau senyummu memudar cantikmu jadi tidak bisa ditakar, aku jadi makin suka", katanya. Kadang-kadang dia sendu. Padahal sih, dia hanya ingin merenung dengan khusyuk. Di dalam heningnya yang selalu membuatku takjub, karena diamnya dia selalu membuatku ingin gugur dan meluruh. Ingin kutatapi saja sampai aku kehabisan marah dan dihadapannya meranum, mengulum senyum. "Merah, sini duduk! Temani aku baca buku, nanti akan kuceritakan padamu cerita yang lebih lucu dari putri salju.", katanya. Kadang ketika aku sedang naik pitam, dia hanya akan diam dan membuatku malu, karena aku seperti marah kepada angin lalu, sedangkan orang dihadapanku mendengarkan sambil melamun. Tetapi dia selalu menghibur, kar...