Posts

Badain Tuan (Belum) Berlalu

Badai Tuan Belum Berlalu Tuan, Pagi ini rupanya saya terbangun dengan catatan kecil di sebelah tempat tidur yang harus saya baca dengan penuh rasa ikhlas. Kalau Anda mengatakannya semalam, setidaknya saya akan terjaga lebih lama. Tapi tidak apa-apa, kalau memang ini membuat anda merasa lebih nyaman. Tuan, Saya pikir kita akan berlayar setidaknya sampai dermaga terdekat, meskipun lautnya dangkal dan kapal akan rusak. Angin mendorong layar, sementara kita menikmati pemandangan senja berdua sambil membagi sepotong roti. Perbekalan yang tidak seberapa, dibandingkan perjalanan yang kita tempuh hingga membawa kita disini. Tuan, Saya tahu betapa Anda tidak benar-benar menikmati perjalanan ini. Anda menginginkan kapal yang lebih besar, dengan ombak yang lebih dahsyat, menghadapi perompak, dan pulau harta karun yang menunggu diujung teropong. Anda menginginkan perjalanan selamanya, sementara saya hanya bisa menjanjikan dermaga terjauh. Tuan, Saya pikir setidaknya...

Malaikat

Sejak aku melihatnya di pagi yang berembun itu, sedang duduk berbicara dengan angin, aku selalu bertanya-tanya, mungkinkah tuhan marah padanya sehingga dia dilahirkan di bumi. Aku membayangkan tawar-menawarnya dengan tuhan sebelum dia pada akhirnya berakhir dititipkan di rahim seorang wanita yang lama mendambakan anak gadis. Barangkali ketika tuhan hendak menciptakan sayap di punggungnya dia justru mengelak, “aku tidak menginginkan sayap, aku ingin tertidur menghadap bintang-bintang.” Maka tuhan uraikan sayap itu lagi, melepaskannya perlahan-lahan agar tidak melukai punggungnya. Melipatnya lagi kemudian menyimpannya. Ketika tuhan hendak menempatkannya di Surga dia justru membuat alasan, “Aku ingin berjalan di atas tanah.” Maka tuhan tiupkan ruh nya dari segumpal daging dan darah, dan dikirimkannya ke dataran yang gersang ini, untuk menemui seorang pemuda seperti aku, yang justru kehilangan diri. Setiap kali kuceritakan padanya mengenai bayanganku tentang tawar-menawarnya d...

I AM

I am the person who can always be found right where you left.  Can’t bring you the promise of better days, but you can carry my smile with you.  I am the person who speak to you like poetry. Whispering in a thousand tragic endings, but build you another dreams. I am the bruist of your chest. Painting scars in your heart tenderly, but draw happiness wich leave its mark deeperly.  I am the letters writer, sending hopes into your monochrome mind. You may not hold my wraist, but I let you overtaking everything in me, and carve some parts of yours in it. I am the story have happened in so many places and to so many people. Trascending your delusion, but I caress your illussion so it becomes reality. I am the character made by your head, and your heart, and your hand.  Depending on the fairytale you fight at the last page.  Then if you decide me to be vanished, All I hope is someday you will find me and remember wh...

JENUH

JE NUH(ku) Suatu hari, orang yang dahulu kamu tatap dengan penuh rasa, menjelma menjadi seonggok daging yang hanya bisa kamu berikan senyuman hampa Semua perasaan, mimpi, dan ambisi, menjelma menjadi sisa goresan-goresan tinta yang bukunya mulai melapuk dimakan waktu Semua hingar bingar tentang tawa dan amarah menjelma menjadi sederetan koma dan tanda tanya yang menunggu disematkan titik pada akhirnya Katakan Jenuh, mengapa semua masa yang kulahap habis bersamanya seperti tidak menyisakan bekas selain kekosongan dan kesunyian Dan mengapa setiap waktu yang pernah aku bagi dengannya seperti hanya kesia-siaan sebab tidak ada lagi yang bisa kuingat bahkanpun dirinya Seolah rintikan hujan diatas genteng pun terdengar menyuarakan perpisahan, sesuatu hal yang bisa membuatku menangis semalaman sebelum semua perasaan janggal ini membuatku dilema Bukankah dengan berhenti mencintainya saja aku sudah terlanjur menyakitinya? Jenuh, aku tidak menge...