Posts

Lantas, untuk apa?

Untuk para pembaca yang harus move on Untuk para pembaca yang suka menyakiti Untuk seseorang yang harus diobati lukanya Untuk seseorang yang menorehkan luka Untuk rakyat sebelas bisnis dua Yang jones dan takenes HAPPY VALENTINE!!!! {PS: tanggal dan tahun tolong diperhatiin baik-baik ya, supaya nggak bingung bacanya. Have Fun guys!} ♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ 14 Februari 2014 "You tell me that you need me Then you go and cut me down" Aku berdiri di atas ketinggian ratusan meter. Ditengah malam tanpa bintang dimana aku ingin melompat dibawa angin sampai jatuh bermandikan darah di atas aspal parkiran. Karena bulan bersinar sendirian minta ditemani. Di atas pencakar langit yang atapnya selalu sepi. Aku berdiri di depanmu. Menahan napas atau bisa jadi tidak bisa napas. Melihat kearah kedua belah mata yang mengalihkan tatapannya. Mendengarkan bisikan maaf dari bibir yang selama ini hanya mengucapkan pujian. Karena mu aku mati. Aku bahkan t...

Sampaikan Padaku Walau Hanya Satu Kata

Diperuntukan untuk yang tersayang, Dan satu-satunya, Dan yang paling buta, Dan yang paling tidak peduli Pada seseorang yang berjuang, juga menyerah demi dirinya Aku melihatnya dari kejauhan. Dan rasa tangguh itu mengendur lagi. Terus menanyakan keyakinan itu sendiri. Aku mengulanginya berkali-kali. Sampai beberapa waktu lalu aku mengerti, bahwa menyerah hanyalah kata dan keinginan belaka. Karena cinta membuatku tak bisa bangkit usai bertekuk lutut dihadapannya. Dia yang membuatku sebegini tersiksanya.  "Silena" dia menghampiri lagi, dan dia tersenyum lagi, bibir itu bicara lagi, menyapa lagi, melafalkan namaku lagi, mata itu manatap lagi, melihat lagi.  "Iya?" Dan aku tersenyum lagi, berdiri dihadapannya lagi. Lalu hatiku berdegup lagi, sakit lagi, lalu patah lagi. "Kenapa El?"  Elano. Laki-laki tampan yang punya rekor terbaik memecah belah hatiku lalu menyusunnya sampai utuh kembali. Laki-laki yang hampir genap dua tahun membuat aku pernah mat...

Tersenyumlah

http://thesoliloquistconfession.blogspot.com   Pada titik dia tak lagi punya jawaban, aku hadir terus-menerus memberikannya jawaban. Aku ingin dia melihat, aku ingin dia membuka mata dan percaya. Bahwa bumi ini ada bukan karena milyaran orang hidup diatasnya demi sesuap nasi dan harga diri. Dia itu manis, hanya dia tidak berniat menunjukannya. Jongga. Laki-laki asiatis itu punya seribu sisi baik yang jika terkuak pancaran sinarnya berhamburan menodai mata. "Jongga, berkomitmen itu bukan suatu keharusan, tapi ketika kita jatuh cinta, maka hati kita akan membuat komitmen dengan sendirinya. Karena kita tidak ingin menyakiti, karena kita terlanjur merasa nyaman, karena kita tidak ingin kehilangan, maka kita akan menjaga dan berjanji. Berkomitmen itu kan yang penting di hati." Aku menjelaskannya. Dia hanya merenung memperhatikan danau berair tenang yang tidak beriak sama sekali. Menggambarkan awan diatasnya. "Bagaimana cara mengungkapkannya? Menunjukan pada seseorang b...

Ingkar

http://thesoliloquistconfession.blogspot.com/2014/12/siapa-dia.html?m=1 "Gila lo Cheil, biar udah lama di Jepang tetep aja pulang-pulang ngajak nya ke sini. Masih belom capek lo ngecengin mas nya?" Aku berdecak kagum sambil menyuapkan potongan steak ke mulut. Cheila cekikikan. "Ah Kaira, manis banget sih lo kalo lagi nyebelin begitu. Biarin lah Ra, itung-itung hiburan" Aku mendengus kesal, "Iya, terus sampe sekarang masih aja gue yang jadi korban nemenin lo"  Cheila semakin geli. Cewek yang satu ini memang jauh dari rasa bersalah. "Udah lo jangan sok gitu sama gue lah, kalo bukan gue yang ngajak siapa lagi yang mau ngajak lo." Dia semakin girang seusai melemparkan hinaan yang langsung mendarat tepat diwajahku. Tapi udah bukan jamannya ngambek sama Cheila. Percuma! Nggak akan bertahan lama juga ngambeknya. Jadi aku hanya bisa memasang wajah sok marah. "Nanti gue kasih langsung di depan muka lo yang lebih dari mas-mas ganteng itu"...

(Benarkah itu) KAMU?

Thesoliloquistconfession.blogspot.com Aku nyaris mengutuk setiap hari yang berlalu. Pada kekosongan yang membingungkan dan memerangkap. Aku menyadari bahwa satuan hari hanyalah sekedar khayalan manusia. Agar 24 jam menjadi nyata dalam susunan angka yang tidak ada habisnya. Yang benar, kita hanya memiliki masa lalu, hari ini, lalu masa depan. Dan semuanya akan melebur jadi sekedar kenangan. Bahwa sebenarnya yang kita punya adalah tiga bagian waktu yang tidak bisa diperlambat, tidak dipercepat, tidak pula bisa kembali.  Aku mendambakan setiap detik yang hanya kuhabiskan dengan bernapas. Bersyukur dan mencintai sang pencipta. Bukan aku tidak suka kebisingan. Aku justru senang ditelannya. Hanya aku menikmati titik khidmat kesendiran. Dibalut kesunyian. Dibumbui ketenangan. Lalu matang dengan kerinduan. Aku mencinta. Akulah ciptaan tuhan yang tidak pernah berhenti untuk jatuh cinta. Akulah yang mendamba. Yang bertekuk lutut pada setiap rupa keindahan. Akulah si tolol yang romantis. ...

kuperkenalkan kau pada cinta

Angin merenggut tubuhku. Memaksaku mengecupnya sampai ke rusuk, ketika ku buka jendela di ketinggian 19. Di atas apartement kesepian yang dipeluk riuh ibu kota. Aku mengintip kebawah. Nampak lampu-lampu sedang berjaya menemani jiwa-jiwa kusut yang dinodai semerawut Jakarta. Nampaknya ramai. Bagai lilin-lilin putih yang sedang merayakan mati lampu.  Rasanya ingin meringis. Pada setiap raga yang hati nya mati. Tapi berlagak hidup. Bernapas merebut oksigen seperti yang paling butuh. Padahal bumi tetap berputar meski dia sudah jadi kaku. Kulihat, hatinya juga sudah jadi abu-abu. Jangankan putih, hitampun rasanya tak sudi. Dihinakan mereka oleh titik terang yang menyebut dirinya cinta.  Kenapa kau berdusta? Tak mau mengakui cinta. Tak tau kah kau, dia lebih hebat walau kau sudah jadi dewa. Dia akan membunuh otakmu. Mengulitinya dan menggantungnya seperti pajangan rusak. Dia bukan enggan menyentuhmu. Dia hanya menunggu waktu untuk menyentil rasa sombong dan menginjakmu dengan eg...

Kursi Roda

Kau merebut hatiku. Kita saling jatuh cinta. Benarkah? Ataukah kita hanya saling menginginkan. Karena kita pikir, kita lengkap bersama. Berdua, kita sempurna. Tapi kita tak lihat. Utara dan utara saling menolak. Api yang lebih besar tidak mengalahkan api yang sebelumnya. Tetapi, air akan memadamkannya. Panas tidak akan pernah mengakhiri kemarau, tapi hujan akan menyejukannya. Maaf aku tidak bisa melengkapimu. Begitupula kau kepadaku. Karena kita tidak saling membutuhkan. Apa yang kau butuhkan tak bisa kutawarkan. Apa yang ku butuhkan tak pernah kau berikan. Maaf karena kita tidak bisa setimbang. Karena aku tak bisa menutupi kurangmu, begitu pula lebihmu tak bisa menutupi miliku. Aku dan kau sama tinggi, sama rendah pula. Tak pernah bisa seimbang. Lalu bingung dengan persamaan. Kau dan aku identik. Dalam raga yang terpisah. Coba jabarkan padaku, bagaimana hadirku mempengaruhimu? Aku ada maupun tidak, hidupmu rasanya sama saja. Begitupun aku. Untukmu dan untukku, dunia namp...